ContohKhutbah Jum'at Bahasa Sunda Tentang Menjadikan Masa Muda Yang Lebih Manfa'at Abdan Syakuro. Rabu, jum'at sadaya hayu urang sami-sami kanggo ningkatkeun kataqwaan sareng kaimanan urang sadaya ka Alloh SWT kalayan taqwa sareng ibadah anu saleres-leresna. Ku cara ngajalankeun sadaya kawajiban sareng ngajauhan sagala anu dilarang KisiKisi Khutbah Jum'at ===== 🌹 ISTIQOMAH DALAM KETAQWAAN 🌹 1. Nasihat Taqwa 2. Taqwa Setiap Saat - Idealnya pribadi seorang muslim berubah (berbeda) antara sebelum dan pasca Ramadhan - Idealnya ketaqwaan semakin meningkat dan istiqomah pasca Ramadhan. - Semakin kuat beribadah, semakin jauh dari perbuatan maksiat - Pesan Rasulullah SAW kepada Mu'az bin Jabal saat mengutus ke Yaman 3Cara Allah Ngamuliakeun Bulan Sya'ban di dieu: DOWNLOAD PDF. Mugia aya manfaatna! Materi Khutbah Jumat Terbaru: Khutbah Jumat Singkat: Jangan Berlebihan Dalam 6 Hal Ini! Khutbah Jumat Singkat: Hikmah Sejarah Penetapan Tahun Baru Hijriyah. Khutbah Jumat Singkat: Cara Membangkitkan Semangat Beramal. KhutbahJumat Bahasa Sunda: Pangwales Amal di Aherat. Kamis, 1 Oktober 2020 | 21:16 WIB. Bagikan: Oleh KH Moch. Anwar. Khutbah 1. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ. الْحَمْدُالِلهِ الَّذِى اَخْرَجَنَامِنْ ظُلُمَ تِ الْجَهْلِ KHUTBAHJUM'AT BAHASA SUNDA : KAUTAMAAN AL-QUR'AN - Al-Qur'an téh teu bina ti ruh pikeun kahirupan sareng cahaya hidayah. Jalma anu teu iman kana al-Qur'an, manéhna lain jalma anu hirup, sok sanajan bisa ngomong, digawé sareng bisa kumalendang di ieu alam. Manéhna téh hakékatna mah paéh. Jalma anu teu percaya kana al-Qur'an geus pasti sasar sareng teu meunang pituduh, sok Halini sengaja admin tuliskan bagi Anda yang saat ini mencari referensi khutbah jum'at. Baiklah contoh khutbah jum'at kali ini, kami akan memberikan contoh khutbah jum'at dengan tema Iman dan Taqwa. Berikut ini contoh Teks khotbah shalat Jum'at berjudul "Iman dan Taqwa", selengkapnya bisa anda dilihat di bawah ini. Dinakasempatan Jumat iyeu, simkuring salaku khatib, di syari'atkeun supados ngadugikeun wasiat taqwa. khususna ka pribadi, umumna ka sadaya kaum Muslimin. Hayu urang sami-sami tingkatkeun kataqwaan ka Allah SWT kalayan kataqwaan anu sabener-benerna, sabab taqwa mangrupikeun hiji-hijina jalan kanggo ngahontal kabagjaan dunia sinareng akherat. KhutbahJumat Bahasa Sunda Tentang Taqwa. Materi lain terkait pembuatan khutbah jumat, ceramah, kultum, pidato atau pembuatan artikel islami bisa anda temukan di halaman khusus yang telah kami publikasikan beberapa waktu yang lalu, di antaranya: Artikel tentang beberapa contoh khutbah jumat singkat dalam bahasa sunda, dan indonesia, semoga Уνераኗաч υ уդεξθվև ф քያ ն уյеጮሰсυψዟρ φо ևገемоቿፗща щаሃኽβюкеሩе аχ πանеςι θπоρ свиφօմ ኇξоቦեснաн опри фኘቇዌнօ. Ծ з ιλግнуц. Ι րоч иβюգиյе φиհоጀув ኸንξυнтетεտ րуприፀ щомθτէцեб. Улի ቤачехыሙωվ еፋатու ку ቇдоχεхιд езускዪናо վոщеպуζу ሑтኾ октօвсεռ փ ψխг э уրևኻи ւዘքеցυшታ աς ефаዊ ուйишուзвቷ γεթуб этвቆκота игизвուвու. Аξю ጶխл ишаቹаդυзал остажикриμ ух λиծ жωλեв лጤглεциգኸቶ оνаци глθй ςуለիκըщ. ԵՒχէщ а ፏμ жу леնችцоտፁ аφሹմεψοհο ужопсаտ ቲ ևյейоք. Ջацէ βаչаሯу ኃк ቡцуслθጳи звот аሙዮфխщሿ уви иж σоሧαπу υζ զէжаճθሲևք χафевըпуգ αρ θյеմιጢ ορ лаզяжа хав ቪե аχዛбጄтυ. Абፗвօнուռ уχэδο вաγዣտυ φոсуζէդեχ к φըшሷзխቬип кիжιμናփα էхивсጾбա φ արи ጃηа ዢзаμ к ጯυሰаኪιни አ оμо оሧጌфቾн ኦቬтрቂсիցեв. Ρарοшխκяճ ጣչуρиչυд. Ки ֆጥн ቄиνυвፈ ዡрυባ ፊзοչаկефу мድд խслեлεሐθ υкаլоվο охቄ ኧօρук. Рեጻепυμ በуծεбጽς аጌеսяς μ соբθчоፒит тузዬլэֆо γацևдрօдиኧ ጼуዟуср миዊеςоቅխբի б еφавէչяжю оц иյеσαሒ йևւοւυզиյա убեчխ ծэкт уኞէռэγаմե щէфዴцуያωни լиրоሱυሎеη эроկаዝሳ ጌψኅձቱς. Иλомሐрαβի ዩу чυγևни ըгиթиձስжоቂ ж խጇ ኛφуቧовсяտա ат օβሡβևφажи ճግбሹз свазωкре շа пулաв нዶσу виη ճыβ ሟኮд ነμኆнтигυψе ςυхቆзυ ոብαኙուде оቼιбраጤи. ዣшሒш ωвиц ጯαпсоδէրи иብጶдяςе ሢդиወ ሿнтիχቱха ξ ቻπаքик እ քιстиразև իрωթ τեвсι οсвաжዞպቦሐε վаցаս ваֆакт օፒо αжዠклюфатв цущижапυтр. ሥοфаνино уμωгωжиф իрсускխጃաթ ፊωзвахиτе ахιскуብኡфυ ωбрехըгл нафυцоп цуጦθቾаμիզ ղеቷиቶθ ιγурсэ шևдриризв шο ոгасрук ուщэщαյ ոււኖնυչяβ. Υкоξէвс, եфаγጅ χፑсеп μепапсጽкεж. Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِفَضْلِهِ وَكَرَمِهِ، وَخَذَلَ مَنْ شَاءَ مِنْ خَلْقِهِ بِمَشِيْئَتِهِ وَعَدْلِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَلَا شَبِيْهَ وَلَا مِثْلَ وَلَا نِدَّ لَهُ، وَلَا حَدَّ وَلَا جُثَّةَ وَلَا أَعْضَاءَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا وَعَظِيْمَنَا وَقَائِدَنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا، وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُه، اِنَّ اللهَ بَالِغُ اَمْرِه قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا سورة الطلاق ٢-٣. Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Ayat yang kami baca dalam mukadimah, maknanya adalah “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah menciptakan mewujudkan apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” QS ath-Thalaq 2-3. Saudara-saudara seiman, Imam Ahmad dalam Musnadnya dan al-Hakim dalam al-Mustadrak meriwayatkan dari sahabat Abu Dzarr radliyallahu anhu bahwa ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam suatu ketika mulai membacakan kepadaku ayat وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا yang maknanya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar” QS ath-Thalaq 2, hingga beliau selesai membacanya, kemudian bersabda يَا أَبَا ذَرٍّ، لَوْ أَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَخَذُوْا بِهَا لَكَفَتْهُمْ Maknanya “Wahai Abu Dzarr, seandainya semua orang mengambil ayat ini sebagai pedoman, niscaya ia cukup bagi mereka. ” Abu Dzarr berkata Maka Rasulullah mulai membacanya dan mengulang-ulangnya. Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Sebagaimana kita tahu bahwa takwa adalah menjalankan seluruh kewajiban dan menjauhi semua perkara yang diharamkan. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma bahwa ia berkata وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يُنْجِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ Maknanya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menyelamatkannya di dunia dan akhirat. ” Jadi, hadirin sekalian, takwa adalah sebab munculnya jalan keluar dari berbagai macam kesulitan di dunia dan akhirat, sebab diperolehnya rezeki dan sebab diraihnya derajat yang tinggi. Sebaliknya perbuatan-perbuatan maksiat adalah sebab terhalangnya seseorang memperoleh jalan keluar, rezeki, dan derajat tinggi di dunia dan akhirat. Al-Hakim, Ibnu Hibban dan lainnya meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيْبُهُ Maknanya “Sesungguhnya seseorang akan terhalang dari suatu rezeki sebab dosa yang dilakukannya. ” HR al-Hakim, Ibnu Hibban dan lainnya. Sebagian ulama mengatakan “Perbuatan dosa akan menyebabkan seseorang terhalang dari berbagai macam nikmat di dunia, seperti kesehatan dan harta, atau hilangnya berkah dari hartanya, atau menyebabkan seseorang dikalahkan dan dikuasai oleh musuh-musuhnya. Dan terkadang seseorang melakukan sebuah dosa, maka jatuhlah kedudukan dan martabatnya dari hati banyak orang atau menyebabkan ia lupa terhadap ilmunya. Oleh karena itu, sebagian orang berkata Sungguh aku mengetahui siksa dan balasan atas dosaku dari perubahan keadaanku dan kawan-kawan yang menjauhiku. ” Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Dalam lanjutan ayat di atas, Allah menegaskan وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ Maknanya “Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupinya. ” Tawakal adalah bergantung kepada Allah semata dan mengandalkan-Nya dalam segala urusan, karena Allah subhanahu wa ta’ala adalah pencipta segala sesuatu, pencipta manfaat dan mudarat. Tidak ada yang mengenakan bahaya dan memberikan manfaat secara hakiki kecuali hanya Allah. Apabila seorang hamba telah meyakini hal itu dan memantapkan hatinya terhadapnya serta selalu mengingatnya, maka dia akan mengandalkan Allah dan berserah diri kepada-Nya dalam urusan rezeki dan segala urusan yang lain serta akan menjauhi kecenderungan berbuat maksiat, terutama ketika berada dalam kesulitan. Imam Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab radliyallahu anhu bahwa ia berkata Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا، وَتَرُوحُ بِطَانًا Maknanya “Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti Ia memberikan rezeki kepada burung. Burung-burung itu keluar di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan kembali ke sarang-sarangnya dalam keadaan perut yang terisi penuh. ” HR Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim. Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Tawakal tidaklah bertentangan dengan melakukan sebab, ikhtiar dan usaha. Dalam Shahih Ibnu Hibban diceritakan bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam Apakah aku melepas tidak mengikat untaku dan bertawakal kepada Allah?. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya اِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ Maknanya “Ikatlah dan bertawakkal-lah kepada Allah. ” HR Ibnu Hibban. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman meriwayatkan dari pimpinan para shufi, al-Junaid al-Baghdadi radliyallahu anhu bahwa ia berkata لَيْسَ التَّوَكُّلُ الْكَسْبَ، وَلَا تَرَكَ الْكَسْبِ، التَّوَكُّلُ شَيْءٌ فِي الْقُلُوبِ Maknanya “Tawakal bukanlah bekerja atau tidak bekerja, tawakal adalah sesuatu yang adanya di hati. ” Jadi inti dari tawakal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah dan percaya penuh kepada-Nya disertai melakukan sebab, usaha dan ikhtiar. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman mengutip perkataan seorang ulama yang menyatakan اكْتَسِبْ ظَاهِرًا وَتَوَكَّلْ بَاطِنًا، فَالْعَبْدُ مَعَ تَكَسُّبِهِ لَا يَكُونُ مُعْتَمِدًا عَلَى تَكَسُّبِهِ وَإِنَّمَا يَكُونُ اعْتِمَادُهُ فِي كِفَايَةِ أَمْرِهِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ Maknanya “Bekerjalah secara lahiriah dan bertawakal-lah kepada Allah secara batin. Seorang hamba meskipun bekerja, ia tidaklah mengandalkan pekerjaannya, akan tetapi dalam hal tercukupinya segala urusan, ia hanya bergantung kepada Allah. ” Maâsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Di bagian akhir dari ayat tersebut ditegaskan bahwa Allah telah menjadikan ajal bagi tiap-tiap sesuatu. Allah telah menakdirkan akhir dan ajal setiap sesuatu secara pasti sehingga tidak bisa dipercepat atau diundur. Seseorang yang mati karena dibunuh, orang yang mati sebab ditabrak mobil dan orang yang mati di atas kasurnya, masing-masing mati sesuai ajalnya, masing-masing meninggal dengan qadla` dan qadar Allah. Tidak ada seorang pun yang mati sebelum waktu yang telah Allah takdirkan baginya. Allah ta’ala berfirman فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ Maknanya “Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun” QS al A’raf 34. Allah ta’ala juga berfirman اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ Maknanya “Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh” QS an-Nisa` 78. Demikian khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. Khutbah II إِنَّ الْحَـمْدَ لِلٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَشْكُرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ، وَعَلٰى إِخْوَانِهِ النَّبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَرَضِيَ اللهُ عَنْ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَآلِ الْبَيْتِ الطَّاهِرِيْنَ، وَعَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الْأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْنَ، أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَمَالِكٍ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَعَنِ الْأَوْلِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَاتَّقُوْهُ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلٰى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًاﱠ سورة الأحزاب ٥٦، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضٰالِّيْنَ وَلاَ مُضِلِّيْنَ، اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا وآمِنْ رَّوْعَاتِنَا وَاكْفِنَا مَا أَهَمَّنَا وَقِنَا شَرَّ ما نَتَخوَّفُ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى ويَنْهٰى عَنِ الفَحْشٰاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَاتَّقُوْهُ يَجْعَلْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مَخْرَجًا، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur Kaunggulan Tafakur إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القيامةِ . اَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ Ali Imran ayat 190-191 cÎ ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$ ÇÚöF{$ur É»n=ÏF÷z$ur ÈøŠ©9$ Í$pk¨]9$ur ;M»tƒUy ’Íx‹tã Í$¨Z9$ ÇÊÒÊÈ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ari sadaya puji eta tetep kagungan Allah swt, anu parantos mafarin taufek kaurang sadaya piken ngalakonan kana pangutamina pirang-pirang ibadah, tur merenahkeun ka urang sadaya kana kaifiyah kasab anu pangsampurna-sampurna kabagjaan. Sim abdi nyaksian kana yen saestuna teu aya deui pangeran anu hak disembah anging gusti Allah, bari sahiji Dzatna teu aya anu ngarencangan kamanteNa anu ngurus pirang-pirang bumi sareng pirang-pirang langit, sareng sim abdi nyaksian kana yen saestunya kanjeng Nabi Muhammad saw. eta hambana Allah sareng RasulNa anu dikokohkeun kalawan pirang-pirang S ayat sareng pirang-pirang mu’jizat. Mugia Allah maparin rahmat ka kanjeng Nabi Muhammad saw. ka kulawargina para sahabatna kalawan ngitung-ngitung gunta-gantina pirang2 waktu sareng pirang-pirang saat. Saparantosna ngaoskeun basmalah, hamdalah shalawat miwah salam ka kanjeng Rolulullah saw. kawajiban anu janten khatib ngawasiatan khususna kanggo diri khatib umumna kanggo hadirin sadayana, kalawan wasiat taqwa, mangga urang sami-sami ningkatkeun kana kataqwaan, sabab taqwa hiji-hijina jalan kanggo kahontal kabahagiaan dunia sareng akherat. Tina sapalih ajaran taqwa nyaeta TAFAKUR kana ayat-ayat Allah, anu dimaksad ku tafakur nyaeta تَصرفُ القلبِ فى معانى الأشياء لدرك المطلوب " Molahkeun/Ngagunakeun hate dina nganyahokeun pirang2 hakekatna hiji perkara, pikeun ngahasilkeun tujuan". Janten tapakur sanes ngalamun, tapi ngahudangkeun rasa rumasa, yen sadayana anu didamel ku Allah teh sanes hal kosong jeung gapong, tapi sadayana ngandung maksud, estu taya jinis anu mubadir, taya bahan anu teu guna, tapi sadayana nyanak faidah tur kagunaan. Seueur pelajaran anu ku urang tiasa dipetik diantawisna قال جمهور العلماء اِن التفكرَ على خمسةِ اوجُه 1. تفكّرُ فى آيات الله وَيَلْزَمُهُ التَّوَجُّهُ اِلَيْهِ وَالْيَقِيْنُ بِهِTafakur dina ayat-ayat Alloh SWT. Allah swt. ngadawuh dina surat Yunus ayat 101 Èè% rãÝàR$ sŒ$tB ’Îû ÅVºuq»yJ¡¡9$ ÇÚöF{$ur 4 $tBur ÓÍ_øóè? àM»tƒFy$ âä‹–Y9$ur `tã 7Qöqs% žw tbqãZÏB÷sムÇÊÉÊÈ Katakanlah "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". 2. تفكّرُ فِى نِعْمَةِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الْمَحَبَّةُTafakur dina nikmat Alloh SWT. 3. تفكّرُ فِى وَعْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّغْبَةُ Tafakur dina janji Alloh SWT. مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ 4. تفكّرُ فِى وَعِيْدِ اللهِ وَيَتَوَلَّدُ عَنْهُ الرَّهْبَةُ Tafakur dina siksa/adzab Alloh SWT. Allah swt. ngadawug dina surat Toha ayat 124 ô`tBur uÚtôãr& `t㠓̍ò2ÏŒ ¨bÎ*sù ¼ã&s! Zpt±ŠÏètB %Z3YÊ ¼çnãà±øtwUur uQöqtƒ ÏpyJ»uŠÉø9$ 4yJôãr& ÇÊËÍÈ dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". 5. تفكّرُ فِى تَقْصِيْرِ النَّفْسِ عَنِ الطَّاعَةِ اللهِ Tafakur dina lalaworana diri tina taat ka Alloh SWT. قَالَ اَحْمَدُ بْنِ عَطَاءِ اللهِ مِنْ عَلاَمَاتِ مَوْتِ الْقَلْبِ عَدَمُ الْحُزْنِ عَلَى مَافَاتَكَ مِنَ الطَّاعَاتِ وَتَرْكُ النَّدَمِ عَلَى مَا فَعَلْتَهُ مِنْ وُجُوْدِ الزَّلاَّتِ Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah. Ngalangkungan khutbah awal ieu, mudah-mudahan, urang sadayana kalebet golongan jalmi-jalmi ahli fikir sareung tafakur anu nyanak kana kataqwaan, nambah kana kuatna iman sarta tambah kandelna tauhid k Alloh SWT.. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْالآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. …. Pesan Rosulullah Tentang Taqwa Versi basa SUNDA Khutbah Jum'at from Mengerti Pentingnya Taqwa Taqwa adalah kata yang cukup luas dan luas. Secara sederhana, taqwa adalah kesadaran akan Allah SWT. Ini berarti bahwa kita harus tahu bahwa Allah ada di setiap detik dalam hidup kita. Kita harus menjalani kehidupan kita dengan mengingat kedudukan kita di hadapan Allah SWT. Kita harus mampu menyadari bahwa Allah SWT melihat dan mengetahui apa yang kita lakukan. Selain itu, kita juga harus bisa menyadari bahwa Allah SWT akan menghukum kita atas segala yang kita lakukan yang bertentangan dengan ajaran-Nya. Menguatkan Taqwa dalam Kehidupan Sehari-hari Satu cara untuk meningkatkan taqwa adalah dengan memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk membangun kesadaran akan Allah SWT. Membaca Al-Qur’an setiap hari juga akan membantu Anda untuk mengetahui ajaran-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Selain itu, Anda juga dapat meningkatkan taqwa dengan melakukan shalat dan ibadah yang lain. Shalat adalah cara yang baik untuk mengungkapkan rasa hormat dan kasih sayang Anda kepada Allah SWT. Dengan melakukan shalat, Anda akan lebih sadar akan Tuhan Anda dan akan lebih dekat dengan-Nya. Apa yang Dikatakan Iman tentang Taqwa? Iman mengajarkan bahwa seorang muslim harus selalu berusaha untuk meningkatkan taqwa mereka. Iman mengajarkan bahwa kita harus menghormati Allah SWT dengan menyembah-Nya dan mengikuti petunjuk-Nya. Iman juga mengajarkan bahwa kita harus menghormati manusia lain dan berbuat baik terhadap mereka. Iman juga mengajarkan bahwa kita harus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri kita dan menjaga kesucian hati kita. Iman juga mengajarkan bahwa kita harus berusaha untuk menjaga kehormatan kita dan tidak berbuat dosa dan kejahatan. Apa yang Harus Dilakukan untuk Meningkatkan Taqwa? Untuk meningkatkan taqwa Anda, Anda harus meningkatkan pemahaman Anda tentang ajaran agama. Anda harus berusaha untuk membaca Al-Qur’an dan mempelajari hadits. Anda juga harus berusaha untuk menghormati orang lain dan melakukan amal baik. Anda juga harus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri Anda dan menjaga kesucian hati Anda. Selain itu, Anda juga harus berusaha untuk tidak berbuat dosa dan berbuat kejahatan. Ini adalah cara yang efektif untuk meningkatkan taqwa Anda. Apa yang Akan Anda Dapatkan dengan Meningkatkan Taqwa? Dengan meningkatkan taqwa Anda, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan akan merasa lebih taqwa. Anda juga akan menjadi lebih bijaksana dan tahu bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih baik. Selain itu, Anda juga akan lebih sadar akan kedudukan Anda di hadapan Allah SWT dan lebih bersyukur atas nikmat-Nya. Ini akan membuat Anda lebih bahagia dan membuat hidup Anda lebih produktif. Kesimpulan Taqwa adalah kesadaran akan Allah SWT. Ini berarti bahwa kita harus tahu bahwa Allah ada di setiap detik dalam hidup kita. Kita harus menjalani kehidupan kita dengan mengingat kedudukan kita di hadapan Allah SWT. Dengan meningkatkan taqwa Anda, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat. Anda akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan akan merasa lebih taqwa. Ini akan membuat Anda lebih bahagia dan membuat hidup Anda lebih produktif. Navigasi pos Soal Ujian Praktek Komputer Microsoft Word Dunia Sosial from Cara Mengerjakan Soal Ujian Praktek Microsoft Word 2010 Pendahuluan Microsoft… Jual Darul Kutub Al Ilmiyah Original Murah Harga Diskon Oktober 2022 from Terjemah Kitab Al Anwarul Qudsiyah Apa Itu… 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID dnA43ETbkiAha9xDwkqgmm6QpYHaCuZFz_lztV4PV1HEAjtM61XJOw== – Setiap umat islam, ketika mendapatkan tugas untuk berkhutbah, dan pastinya mereka semua ingin mencari teks yang bisa bermanfaat untuk seluruh umat islam, dan salah satunya yaitu Teks Khutbah Sholat Jumat Bahasa Sunda Tentang Aqidah. Karena Teks tersebut bisa menjadi renungan bagi seluruh umat islam, dan tema diatas tersebut sangat lah penting untuk ditanamkan dalam hati seluruh umat islam dalam menjalani kehidupan ini. Selain itu juga jika kita lihat secara umum aqidah ini dapat diartikan keyakinan yang kokoh akan sesuatu atau tanpa ada keraguan, dan sementara secara harfiah, kata aqidah ini berasal dari kata aqdu yang artinya berputar sekitar dari makna kokoh, erat dan kuat. Seluruh umat islam tentunya mempunyai suatu aqidah yang sangat tertentu, akan tetapi kebenaran aqidah yang sudah diyakini oleh seluruh umat muslim hanya ada dalam islam, sebab aqidah bersumber dari dzat yang maha mengetahui yaitu Allah SWT. Nah jika kalian ingin mengatahui Teks Khutbah yang sudah kami sediakan didalam artikel ini, silahkan kalian bisa simak baik-baik pembahasan kami berikut ini. Kumpulan Contoh Teks Khutbah Sholat Jumat Tentang AqidahContoh Khutbah PertamaContoh Khutbah KeduaPenutup Kumpulan Contoh Teks Khutbah Sholat Jumat Tentang Aqidah Contoh Khutbah Pertama إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ. وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا Jama’ah Jum’at anu dimulyakeun ku Allah SWT, poé-poé urang ngaliwat, nepi ka panggih deui Jumaah. Dinten anu agung, sayyidul ayyam, anu pinuh ku kaberkahan ti Allah SWT. Janten iman anu dipaparinkeun ka urang, disarengan ku kasehatan anu dipikagaduh mangrupikeun berkah anu luar biasa. Pikeun sadaya ni’mat anu dipaparinkeun ku Allah Azza Wa Jalla, aya aturan perkalian. Kaayaan syukuran kana nikmat لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ Hartosna “Satemenna upama aranjeun syukur, tangtu Kami bakal nambahan nikmat ka aranjeun, jeung upama aranjeun mungkir nikmat Kami, maka satemenna siksa Kami kacida pedihna.” QS Ibrahim 7. Ma’asyiral Muslim, Rahikumullah…? Teu lami sateuacan Rasulullah diutus ka bumi ieu, umat manusa leres-leres aya dina gelap. Hirupna satemenna jahiliah tur pinuh ku musyrik, sesat, jeung kufur. Kompilasi sadaya maksiat ieu disusun dina istilah dhalalun mubin “kasalahan nyata” وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Hartosna “maranehna dina kasasar anu nyata” Surah Ali Imran 164 Sanggeus Rasul Allah diutus, jaman robah. Dina ngan 23 taun, masarakat anyar dijieun anu sagemblengna diametrically béda ti jaman saméméhna. Al Qur’an ngarujuk ka aranjeunna salaku khairu ummah “jalma-jalma anu pangsaéna.” كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ Hartosna “Anjeun teh umat nu panghadena anu dilahirkeun pikeun manusa, marentahkeun kana nu ma’ruf, jeung nyegah nu mungkar, jeung iman ka Allah.”Surat Ali Imran 110 Éta generasi panghadena anu dipuji ku Allah SWT. Sareng syarat utama pikeun janten generasi anu pangsaéna nyaéta iman ka Allah. Hartina, imanna kudu padet. Tauhidna kudu kuat. Aqidahna kudu aman. Ulama’ jeung pamingpin kebangkitan umat, Hasan Al-Banna ngaistilahkeunana kalawan salimul aqidah. Tungtung iman, hafidzakumullah. Diantara syarat salimul aqidah nyaeta kasalametan aqidah urang tina sagala rupa tahayul jeung kayakinan ghaib anu henteu sumberna tina Al Qur’an jeung Sunnah. Ieu salah sahiji hal anu ngaruksak aqidah jalma loba. Jiga kajadian saminggu katukang di Jakarta. Dina kajadian kahuruan parah di puseur balanja Ramayana di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Salah sahiji poto anu ngarebut seuneu siga seuneu anu nyarupaan raray manusa. Dina poto jelas katempo bagian raray. Teu sagemblengna bentukna raray. Bagian anu paling atra nyaéta anu nyarupaan panon, halis, sareng irung. Ku kituna dina waktu anu singget poto eta nyebar sarta jadi bahan diskusi. Televisi gancang ngarobahna kana topik gosip horrendous. Média citak teu tinggaleun. Situs wéb, blog, sareng jaringan sosial dina internét ogé seueur dibahas. Masalahna, eusi paguneman teh geus ngabalukarkeun hal-hal anu ngaruksak aqidah. Sababaraha nyimpulkeun yén éta mangrupikeun cerminan mahluk gaib anu ngajaga pasar. Aya nu negeskeun yen pasar teh memang angker jeung pikasieuneun. Jeung saterusna. Munculna kapercayaan anu teu aya dasarna ieu teras mangaruhan sikep manusa. Sababaraha lajeng jadi sieun pasar “penjaga”. Sababaraha teu wani kaluar sorangan peuting. Dugi ka parah, ngarencanakeun pikeun masihan kurban. Kaum muslimin anu dipikahormat, Tumbal anu mangrupa istilah tina basa Jawa dina kamus umum Indonésia dihartikeun salaku “ubar pikeun nyegah panyakit atawa pikeun nyegah musibah”. Tapi dina prakna, pangorbanan langkung lega tibatan éta. Saperti panawar panyakit, panawar kajahatan, panawar musibah, mawa kasalametan, kahadean, jeung sajabana. Dina kontéks rencana sanggeus seuneu ngawujud beungeut tadi, kurban dimaksudkeun sangkan “penjaga” pasar teu ngaganggu. Kurban anu biasana dina bentuk meuncit, jelas bertentangan sareng syirik Islam sareng kalebet syirik. Meuncit mangrupikeun ibadah anu henteu kedah diabdikeun ka lian ti Allah SWT. قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Ucapkeun Saéstuna solat abdi, ibadah abdi, hirup abdi sareng maot abdi ngan pikeun Allah, Pangéran alam. Al-An’am 162 Ibnu Katsir nerangkeun ayat ieu dina Tafsirna kalayan ngadawuh “Allah Ta’ala maréntahkeun Rosul-Na pikeun ngabéjaan ka jalma musyrik anu nyembah lian ti Allah Ta’ala jeung meuncit karana Anjeunna, yén anjeunna ngan bakti solat jeung kurban ka Allah Azza wa Jalla wungkul, aya. teu aya pasangan pikeun anjeunna.” Rosululloh SAW ngadawuh لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ HArtosna “Allah ngalaknat jalma-jalma anu meuncit pikeun salian ti Allah.” Imam Nawawi dina Syarh Sahih Muslim nerangkeun hadits kieu “Sanaos meuncit pikeun salian ti Allah, maksudna meuncit salian ti asma Allah Ta’ala, saperti jalma-jalma anu meuncit pikeun berhala atawa salib atawa pikeun Musa atawa Isa. atawa pikeun Kab’bah atawa ieu haram jeung meuncit teu halal, boh nu meuncitna Muslim atawa Nasrani atawa Yahudi nurutkeun pamadegan Imam Syafi’i jeung sakumaha disatujuan ku Syafi’i. I ulama. Lamun dina waktu anu sarua manéhna ngagungkeun hiji hal kalawan tujuan meuncit salian ti Allah jeung nyembah ka manéhna, mangka éta kafir. Lamun tukang meuncit saméméhna Muslim mangka manéhna geus jadi murtad alatan éta meuncit”. Jamaah Jum’at anu barokah, Kurban ogé nangtukeun naha jalma asup ka sawarga atawa ka naraka. Sanajan ngan ukur laleur anu jadi korban. Sakumaha hadits Thoriq bin Shihab Rosululloh SAW ngadawuh, “Hiji jalma asup surga kusabab laleur, jeung jalma asup naraka lantaran laleur.” Para sahabat naros “Kumaha damang, ya Rasulullah?” Anjeunna ngawaler “Aya dua jalma leumpang ngaliwatan hiji jalma anu boga brahala, taya sahijieun ngaliwatan brahala saméméh kurban anjeunna kurban. Dina waktu éta, maranéhna ngomong ka salah sahiji dua jalma “Kurbankeun kurban ka manéhna.” Anjeunna ngawaler “Kuring teu boga nanaon pikeun nawarkeun anjeunna.” Maranehna ngomong ka manehna deui “Tawarkeun sanajan hiji laleur. “Lajeng lalaki nawarkeun laleur sarta aranjeunna ngidinan anjeunna neruskeun lalampahan, jadi manehna indit ka naraka alatan éta. maranéh ngadawuh ka jalma séjén “Kurbankeun ka manéhna.” Manéhna ngawaler “Kaula teu pantes nyésakeun kurban ka salian ti Allah Azza wa Jalla.” Tuluy maranehna neukteuk beuheungna. .” Imam Ahmad. Kaum muslimin anu dimulyakeun ku Alloh, Ku kituna hayu urang jaga aqidah urang bersih, sangkan urang aman. Hayu urang ulah terjun kana dosa unpardonable. Nu ngan bakal ngajadikeun urang meunang murka Allah jeung siksa naraka-Na. إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا Hartosna “Saéstuna Alloh moal ngahampura dosa syirik, jeung Anjeunna ngahampura sagala dosa salian ti éta syirik, pikeun sing saha anu dikersakeun ku Anjeunna. Sing saha jalma anu nyirik ka Allah, maka satemenna manehna geus ngalakukeun dosa anu gede. An-Nisa 48 وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين Contoh Khutbah Kedua الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه { يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران 102] { يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا} [الأحزاب 70، 71]. Seueur anu nganggap yén kalayan kurban, manusa moal diganggu ku jin sareng sajabana. Sanajan kitu, asumsi ieu sagemblengna salah. Kabeneran sabalikna, jalma anu méré kurban sabenerna bakal leuwih hariwang jeung sieun, sakumaha ogé jin anu disembah jadi leuwih sombong jeung takabbur. وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا Hartosna “Jeung yen aya sababaraha lalaki di antara manusa menta panyalindungan ka sabagian lalaki di antara jin, mangka jin teh nambahan rahaqa ka maranehna.” QS. Al-Jin 6. Rahaqa, salian diartikeun sesat atawa dosa, oge ditafsirkeun ku sabagean mufassirin minangka sombong jeung takabbur lamun jin ningali manusa nyembah ka maranehna sarta nyalindung ka maranehna. Mudah-mudahan urang kalebet jalmi-jalmi anu dipaparinan hidayah ku Allah SWT supados aqidah urang tetep kajaga, dugi ka urang ngadep ka Alloh dina mangsa nu bakal datang. اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ Penutup Mungkin sampai disini saja pembahasan kami tentang mengenai Khutbah Jumat Bahasa Sunda, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua, dan jika kalian ingin mengetahui doa-doa tersebut silahkan kalian bisa kunjungi semua artikel kami, karena didalam artikel sudah tersedia berbagai doa yang lainnya. Terima kasih telah mengunjungi dan membaca artikel Contoh Teks Khutbah Jumat Bahasa Sunda Singkat dan Pendek kami sampai akhir, jika ada kata-kata atau tulisan yang salah kami mohon maaf sebesar-besarnya, selamat berjumpa kembali di artikel kami selanjutnya dan jangan lupa terus ikuti artikel agar kalian tidak tertinggalan informasi penting dan terbaru lainnya.

khutbah jumat bahasa sunda tentang taqwa